Showing posts with label Kumpulan Sajak dan Puisi. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Sajak dan Puisi. Show all posts
Aji Yulianto



Subuh yang agung bertabur rizki..
Nikmatmu dibalik embun yang menyejukkan hati..
Insan subuh yang mencari berkah..
Memanjatkan doa di atas sajadah..
Di tengah pagi nan damai..
Malaikat menjaga hati yang suci..
Menata diri dengan keikhlasan..
Tabah dengan segala keadaan..
Demi mencari ridho Illahi..
Untuk bekal akhirat nanti..

Yaa Rabb ya Tuhan Kami..
Berkahilah umat Muhammad yang mencari rizki..
Semenjak terbit mentari..
Hingga maghrib kembali..

"Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh.
Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (Q.S Al-Israa' : 78)



-------------------------------------------------------------------------------

November 21, 2011

Kata-kata di atas terlintas begitu saja, ketika menghirup udara di subuh yang cerah..


Aji Yulianto


Kenapa harus menunggu kalau bisa menjemput.??
Menjemput mimpi..
Menciptakan peluang..
Membuka kesempatan..
Berdiri, berjalan..
Merayap, mengendap..
Meraba setiap celah..
Bergerak dengan motivasi..
Menyatu dengan alam..
Berteman dengan imaji..
Terjatuh dan tersandung..
Bangun dengan ikhlas..
Bernafas dalam syukur..
Jangan hanya diam dan menunggu..
Jemput impianmu..




*kata-kata yang baru terlintas begitu saja, entah apa maknanya.. Anda sebagai pembaca yang budiman, maknai saja sendiri kalau memang bermakna..
**burung irian, bururng Cendrawasih.. cukup sekian dan terimakasih..
*sungkem* :D


Aji Yulianto






my story was unique..
my life was unique.. 
unique.. with all its advantages and all disadvantages.. 
unique.. with all the fall and resurrection.. 
unique.. with strengths and weaknesses.. 
unique.. with love and revenge..
unique.. with happiness and sadness..
unique.. with all the mysteries in the future..  
and i should be grateful..
because i was created as human being.. 
because God is always gives the best..




Aji Yulianto
Berdoa

Yaa Rabbii.. Ighfirlii, Ighfirlii..
Rumitnya teka-teki hidup ini..
Terkadang membuatku frustrasi..
Setiap nafas yang mengalir dalam jiwa ini..
Sungguh nikmat yang kau beri..
Betapa nista hamba..
Betapa Agung Engkau..
Terkadang lupa akan nikmat-Mu..

Yaa Rabbii.. Ighfirlii, Ighfirlii..
Nafsu seringkali membutakan hati..
Menenggelamkan kasih..
Kegalauan merobek hati..
Kesombongan menjadi topeng harga diri..
Betapa nista hamba..
Betapa Agung Engkau..
Sungguh Engkau Dzat Yang Mulia..

Yaa Rabbanaa.. Ighfirlanaa, Ighfirlanaa..
Ampunkan atas semua rahasia..
Dikala siang maupun malam..
Yang sesungguhnya tak Engkau ridhoi..
Kami (manusia) memang buta..
Sungguh Engkau Maha Megetahui segala sesuatu..

Yaa Rahman, Yaa Rahiim..
Engkaulah sumber kebahagiaan kami..
Bimbinglah jiwa kami..
Pertemukanlah jiwa kami dengan jiwa yang Engkau ridhoi..
Satukan kami dalam ikatan suci..
Di bawah sunnah Rasul-Mu..

Yaa Rahman..
Panjangkanlah usia kami dengan kemuliaan..
Yaa Rahiim..
Murahkanlah rizki-Mu kepada kami..
Yaa Rasulullah..
Angkatlah kami dengan syafa'atmu di akhir nanti..
Yaa Rabbii..
Ighfirlii, waghfirlanaa..




Aji Yulianto
Terima kasih untukmu yang tak menghargai setiap inci perjuangan..
Membuatku sadar pentingnya penghormatan..
Terima kasih untukmu yang tak menghargai pengorbanan..
Membuatku belajar nikmatnya terjatuh..
Terima kasih untukmu yang tak menghargai setiap perhatian..
Membuatku semakin sadar bahwa aku makhluk sosial..
Terima kasih untukmu yang tak mau mendengarkan nasehat..
Membuatku berhati-hati meskipun kadang terlambat..
Terima kasih untukmu yang tak mau menjawab sapaan..
Membuatku belajar keramahtamahan..
Terima kasih untukmu yang tak mau menghargai waktu yang diberikan..
Membuatku belajar untuk tak merasakan letih..
Terima kasih untukmu yang tak mau bersabar..
Membuatku belajar agar tetap lapang..
Terima kasih untuk setiap prasangka buruk..
Membuatku belajar untuk mawas diri..
Terima kasih untukmu yang menganggap aku bodoh..
Membuatku belajar menjadi satu tingkat di atas bodoh..

Terima kasih untukmu yang tak mau menghargai kekurangan..
Membuatku semakin sadar bahwa kesempurnaan hanya milik Tuhan..
Bukan anak Adam..
Terima kasih untukmu yang tak mau berterima kasih..
Membuatku sadar betapa berharganya setiap pemberian dan kasih sayang..
Sekecil apapun..



"Ini hanya goresan seorang anak Adam, yang selalu mencoba menerima setiap pemberian.. Dan belajar dari apa yang telah diberikan.. InsyaAllah.."



Aji Yulianto
Putus Asa

Putus asa..
Bukan ingin mati..
Tapi semacam tak ingin..
Punya hati..
Putus asa..
Bukan ingin mati..
Tapi semacam tak ingin..
Punya mimpi..
Putus asa..
Bukan ingin berhenti..
Tapi semacam lelah..
Untuk mengejar asa..
Putus asa..
Bukan ingin berhenti..
Tapi semacam takut..
Untuk berjabat kembali dengan kegagalan..

Untuk apa selama ini.??
Memiliki hati..
Tapi tak pernah dihargai..
Untuk apa selama ini.??
Memiliki mimpi..
Tapi hanya terwujud dalam bunga tidur..
Untuk apa selama ini.??
Mengejar asa..
Namun penuh ketidakpastian..
Untuk apa selama ini.??
Mengejar asa sepenuh hati..
Mimpi berakhir di sini (dalam goresan)..


~ aji_y22 ~






Aji Yulianto
i am a monster

Mungkin aku sejenis ular..
Ingin melilitmu dalam balutan rasa..
Namun kau takut..
Jika aku menyimpan bisa yang beracun..

Mungkin aku sejenis naga..
Ingin mengajakmu terbang tinggi..
Namun kau takut..
Akan semburan api jika aku marah..

Mungkin aku sejenis alien..
Ingin membawamu hidup bersama di angkasa..
Namun kau takut..
Aku tampak seperti makhluk bodoh dan dungu..

Monster itu bukan dirimu..
Tapi ada dalam diriku..
Aku telah menakutimu dengan perasaanku..
Inginku tepis semua pandangan dan tuduhanmu itu..
Inginku ungkapkan lalu aku buktikan..
Apa yang aku tuliskan adalah ungkapan perasaan..
Namun..
Ketakutanmu telah menutupi rasa percayamu..
Biarlah..
Apa yang aku inginkan hanya menjadi sebuah tulisan..


~ aji_y22 ~





Aji Yulianto
Dan aku bukan ksatria..
Bukan penunggang kuda putih..
Berkelana..
Menghunuskan pedang kepada musuh..

Dan aku bukan ksatria..
Tak berwibawa..
Pakaianku tak berlapis baja..
Hanya kain biasa yang camping..

Dan aku bukan ksatria..
Bukan pencipta sajak..
Hanya menulis sederhana..
Goresan tak bermakna..

Dan aku bukan ksatria..
Bukan pemilik suara merdu..
Bukan pemikat wanita..
Dalam rimbun asmara..

Dan aku bukan putra raja..
Kepala tak bermahkota..
Berwajah pengelana..
Tak punya wisma..

Aku hanya sebuah tokoh..
Berperan dalam drama..
Pewayangan dunia..
Yang rumit dalam ruang sempit..


~ aji_y22 ~



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore .






Aji Yulianto
Senja segera tiba..
Ku tutup jendela..
Namun kupu-kupu menyelinap..
Dibalik tirai..
Tanpa mengetuk..
Jendela kamar yang terbuka..
Terbang di atas kepalaku..
Mengelilingi ruang yang sempit..
Sayapnya yang indah..
Membuatku ingin ia tetap disini..
Mewarnai ruang tidurku..
Sebagai penjaga mimpiku..
Agar tetap indah..
Dan menjadi nyata..
Namun ia tetap terbang..
Sekalipun tak hinggap..
Pada bunga semu di atas vas..
Mungkin ia kupu-kupu yang tersesat..
Dalam perjalanan pulang..
Mencari rumahnya..
Aku menatapnya penuh iba..
Ku buka kembali jendela kamar..
Biarkan ia terbang bebas di luar..
Menghirup udara yang segar..
Mencari persinggahan yang nyaman..

Seketika itu..
Sesuatu terlintas dalam benakku..
Mungkin kupu-kupu itu jelmaan dirimu..
Yang ingin menemuiku..
Kau yang pernah singgah..
Di ruang hatiku..
Kau yang pernah tersesat..
Di ruang hatiku
Meski sesaat..
Namun jejakmu masih melekat..

Engkau..
Dan kupu-kupu yang tersesat..
Adalah keindahan..
Yang pernah ku kagumi..
Yang pernah menjadi mimpi..
Dalam heningnya sebuah ruang..


~ aji_y22 ~



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore .






Aji Yulianto
Pernah..
Ku tulis namamu..
Di atas pasir pantai..
Namun lenyap..
Diterjang ombak..
Terhapus..
Oleh derasnya air..

Aku pun pernah..
Menulis namamu..
Di dalam hati..
Namun retak..
Oleh ketamakan..
Hilang..
Menjadi kenangan..

Tak mudah..
Untuk menghapus namamu..
Terlalu dalam ukiran ini..
Namun..
Perjalanan masih panjang..
Namamu, hanya lembaran yang lalu..
Aku kan tetap melaju..
~ just forget about you..


~ aji_y22 ~


#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore .




Aji Yulianto
Duhai burung..
Aku sedang tersesat..
Dia yang kuingat..
Aku rindu..
Tak tahu cara tuk sampaikan..

Duhai burung..
Aku hanya bisa diam..
Bersembunyi dan memendam..
Aku pun butuh sayap..
Tak tahu cara tuk sampaikan..

Duhai burung..
Bantulah aku..
Terbanglah ke pundaknya..
Bisikkan salam rindu ini..
Kepadanya..
(ln)


~ aji_y22 ~



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore .






Aji Yulianto
Lembut, halus..
Itu suaramu..
Pilu, sendu..
Itu lagumu..
Anggun, menawan..
Itu wajahmu..
Mewah, melimpah..
Gambaran hidupmu..
Egois, lemah..
Sebagian sikapmu..
Pintar, lucu..
Itu kelebihanmu..

Bahagiamu..
Itu kebahagiaanku..
Sedihmu..
Maut bagiku..
Beda menjadi satu..
Itu mimpiku..
Pecah kembali menyatu..
Itu mauku..
Kamu.. Kamu lah mimpiku..
Menjadi debu..
Kamu.. Kamu lah cintaku..
Yang membeku..
(a.k)


~ aji_y22 ~



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore .





Aji Yulianto
Kita (manusia) seperti magnet..
Memiliki energi..
Memiliki aura..
Positif, negatif..
Aku hanya magnet kecil..
Kau pun sama..
Dulu..
Kita melekat erat..
Dulu..
Kita satu arah..
Entah apa..
Entah kenapa..
Seiring waktu..
Kita bertolak arah..
Bukan..
Bukan aku yang berbelok..
Tapi kau..
Mungkin..
Magnet yang besar..
Menarikmu dari luar sana..
Mungkin..
Aku magnet yang lemah..
Tak mampu menahanmu..
Agar tetap satu..
Mungkin..
Aku magnet yang telah berkarat..
Ditumbuhi lumut kebencian..
Sehingga kau terlepas..
Dari cengkeraman..

Kita (manusia) seperti magnet..
Mungkin..
Mudah saja kita menempel..
Kepada magnet-magnet yang lain..
Ketika energi..
Ketika aura..
Yang positif menyedot dari luar sana..
Kini..
Aku tetap lah magnet yang kecil..
Lemah, tak berenergi..
Daya tarikku luntur..
Mungkin..
Aku magnet yang berjamur..
Bauku menyengat..

Aku.. Si magnet kecil..
Sungguh..
Aku telah berusaha terlihat mulus..
Agar kita tetap melekat..
Aku.. Si magnet kecil..
Menanam doa pada matahari..
Sang surya yang maha terang..
Terangi aku dengan sinarmu..
Jauhkan aku dari lumut kebencian..


~ aji_y22 ~



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore ~






Aji Yulianto
Di atas roda yang berputar ini..
Otakku ikut berputar..
Menyeruak kenangan..
Yang ingin ku tenggelamkan..
Nafasku terengal..
Kuhirup udara perlahan..
Tercium aromamu..
Yang mematikan..


~ aji_y22 ~



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore .





Aji Yulianto
Aku dan kamu..
Bertemu di lembah keterasingan..
Lalu terikat..
Dalam ruang hampa yang saling terisi..

Aku dan kamu..
Adalah puing masa lalu..
Yang menyatu..
Dalam perjalanan waktu..

Aku dan kamu..
Terlilit dalam kehangatan..
Terlelap..
Dalam jiwa yang damai..

Ikatan ini belum sempurna..
Satukanlah asa kita..
Cincin ini untukmu..
Menikahlah denganku..

Aku kan jadi nakhkodamu..
Berlayarlah denganku..
Badai dan karang kita lewati bersama..
Menuju pelabuhan kebahagiaan..


~ aji_y22 ~



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore .







Aji Yulianto
Kuhitung langkahmu..
Saat kau menuju pintuku..
Terdengar lirih..
Setelah masuk kau berteriak..
Aku terkejut..
Sampai seisiku pecah..
Pecah berkeping-keping..
Ingin ku usir..
Namun kau yang ku nanti..
Sejak terbit mentari..
Untuk menemani..
Sampai senja menjemput..
Namun kau tak mangerti..
Puing-puing ini terlalu menusuk..
Aku tak kuasa..
Aku memaksa..
Kau melewati pintuku..
Kuhitung langkahmu..
Pergilah.!!


~ aji_y22 ~



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore .







Aji Yulianto

Aku ingin mengukir sesuatu..
Dalam hati ini..
Sesuatu yang berharga..
Sesuatu yang bermakna..

Sungguh tak mudah mengukirnya..
Tak semudah menggoreskan tinta..
Di atas kertas..
Yang putih dan polos..

Sesuatu itu belum kutemukan..
Sesuatu itu adalah halaman yang hilang..
Ukiran cerita di masa depan..
Sesuatu itu adalah sebuah nama..

Kelak..
Jika sebuah nama itu telah kutemukan..
Akan ku ukir dengan indah..
Akan kujaga agar tak rusak..

Akan ku lengkapi..
Undangan yang kosong ini..
Dengan ukiran sebuah nama itu..
Menemani namaku..

Kelak..
Jika sebuah nama itu telah kutemukan..
Akan kujaga ukiran itu selamanya..
Sampai saatnya aku mengukir nama itu di atas batu nisan..


~ aji_y22 ~



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore .






Aji Yulianto
Berparas manis..
Bibir tipis..
Senyum menawan..
Ucapannya pintar..
Matanya bening..
Sejuk dipandang..
Cantik..
Bahkan terlalu cantik..
Ingin ku ketuk..
Ketuk hatinya..
Namun tertutup..
Tertutup rapat..
Begitu rapi..
Serapi busananya..
Kupaksa-paksa..
Sampai aku terjungkal..
Terbangun dari tidur..
Tersadar..
Aku hanya mimpi..


~ aji_y22



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore






Aji Yulianto
Kubuka mata..
Saat fajar menyongsong..
Wanitaku tersenyum..
Dikecup keningku seraya berkata:
"selamat pagi"

Secangkir teh hangat..
Tersaji di meja untukku..
Membuka kehangatan hari-hariku..
Semakin hangat..
Menikmati pagi dengan wanitaku..

Kini jarak menjadi penghalang..
Atas kerinduanku..
Memperjuangkan nasib di negeri orang..
Kewajibanku..
Demi wanitaku..

Jarak..
Menyadarkan aku..
Arti hadirnya seorang wanita..
Pengisi jiwa yang kosong..
Dengan senyum tulusnya..

Jarak..
Sesekali membuat pagi ku begitu dingin..
Tak ada secangkir teh..
Tak ada peluk dan cium..
Aku rindu..

Terkadang..
Jarak yang jauh ini..
Terasa hanya sejengkal..
Saat suaramu menempel di telingaku..
Aku semakin rindu..

Jarak..
Menjadikan aku semakin mengerti..
Arti kasih sayang..
Jarak..
Membuatku semakin cinta..
Pada wanitaku..

~ aji_y22 ~



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore .






Aji Yulianto
Langit

Andai aku mampu melihat..
Seluas mata langit..
Mungkin aku kan tahu..
Apa yang akan menghadangku..

Mata langit..
Kau maha luas..
Tuntun mataku mencari persinggahan yang tentram..
Agar tak tersesat..

Mata langit..
Tangisanmu memberi ketenangan..
Ajarkan mataku cara untuk menjerit..
Agar luka ini tak menggunduk..

Mata langit..
Malam pun kau tembus..
Dengan sinar-sinar kecil yang menempel..
Temanmu bulan dan bintang..

Mata langit..
Beri aku sinar yang kecil itu..
Cukup satu..
Agar langkah malamku tak menginjak kerikil tajam..

Sekali kerikil itu menancap..
Sakitnya begitu meresap..
Mata langit..
Terangi aku dengan kasihmu..


~ aji_y22 ~



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore .