Showing posts with label Lelucon Pendek. Show all posts
Showing posts with label Lelucon Pendek. Show all posts
Aji Yulianto
Suatu saat di hari ibu, terjadi percakapan antara dua orang sejoli.....
Aa: "ehmm, neng.. tau ga ini hari apa.??" 
Neng: "ya hari kamis a.."
Aa: "bukan neng.. ini hari ibu.."
Neng: "oh, iyaa.. terus kenapa a.??"
Aa: "mau nanya neng..."
Neng: "nanya apa a.??"
Aa: "neng mau ga jadi ibu buat anak2 aku.??"
Neng: "iih, aduuh si aa.. mau dooong.. yok kita nikah..<3 <3 <3"
Aa: "asik asik.. nikah massal aja yang gratis, yang penting halal.."
Neng: "huuu.. dasaaarr.." *cubit si aa*
Aa: "aduuhhuhu.." *ketawa*
Hikmah skenario di atas:
~ Selamat Hari Ibu
~ Rencanakan pernikahan dengan baik
~ Nikah itu pasti harus pake biaya
~ Segeralah menikah bagi yang sudah mampu, itulah pesan Baginda Rasulullah SAW untuk para pemuda

*ABSURD.!! ini bahas hari ibu apa nikah si.?? :D
yang pasti terima kasih buat bapak yg udah menikahi ibu, hingga akhirnya aku terlahir ke dunia ini..<3
ibu.. ibu.. ibu.. bapak..
teriring doa untuk kalian di sana..

Sedikit mau membahas soal Hari Ibu yang di Indonesia ini diperingati setiap tanggal 22 Desember.
Bahwa sebenarnya makna Hari Ibu ini telah bergeser dari makna yang sebenarnya, tak sesuai dengan sejarah Hari Ibu di Indonesia, dan tak sesuai dengan misi sejatinya.
Lalu apa makna Hari Ibu yang sebenarnya.?? Baca terus post ini yaa..

Aji Yulianto
surat tilang

Hari minggu 16 Januari, malam hari sepulang kerja niatnya aku mau nonton bareng pertandingan Juventus, di daerah Pancoran. Karena kerjaan hari itu sangat rame, jadinya berangkat lumayan telat. Pertandingan memasuki menit 80' aku baru sampe di tempat nonbar.:hammer:
Tapi puas! Aku baru datang itu langsung menyaksikan gol kemenangan untuk Juventus. Yesss..:D

Begini ceritanya, ini adalah pertama kalinya aku kena tilang.
Setelah nonbar selesai aku langsung pulang ke arah Blok M, melalui jalur yang biasa aku lewati.
Jalan Sudirman, sepertinya aku memang salah mengambil jalur.
Di tikungan sebelum halte POLDA aku mengambil jalur cepat (jalur mobil), aku lumayan kaget tiba-tiba ada seorang polisi menghadangku di tikungan itu. Aku lupa bahwa itu jalur cepat, siang hari aku pernah beberapa kali melewati jalur cepat itu namun aman. Malam itu sialnya aku.!!

Ada 2 orang polisi malam itu, seorang polisi menghentikan lajuku, dan yang satunya sedang mengawasi kendaraan yang melintas sambil berkomunikasi melalui walkie talkie.
"Bapak kenapa lewat jalur ini pak, kan sudah ada jalurnya sendiri di sebelah situ", sahut pak polisi bernada kesal.
"Maaf pak, saya lupa lagi buru-buru soalnya mau pulang", jawabku dengan deg-degan sambil mengeluarkan SIM dan STNK.
"Anda kami tilang karena melanggar rambu lalu lintas, minggir kesini pak.!!", lanjut polisi itu mau menilangku.
Nah pak polisi yang satunya, orangnya agak gemuk menyahutku dengan logat jawa "Kenapa lewat sini kang, kan itu udah ada jalurnya.??" Dan bapak itu tahu bahwa plat nomor motorku dari daerah Banyumas.
"Ini lihat, melanggar rambu lalu lintas dendanya 5oo ribu rupiah, anda kami tilang sidangnya nanti tannggal 28 Januari". Oh my gosh, dalam hati berkata gede banget sanksinya.!!
Aku terus menjawab dan memohon dengan nada memelas, "Aduh pak, maaf lah pak, saya tadi buru-buru gak sengaja lewat sini. Selesaikan disini aja ya pak, tapi ini saya cuma ada uang 7 ribu rupiah.!!"
Ya, malam itu sisa uang dalam dompetku hanya 7 ribu rupiah saja, aku kurang persiapan.
"Masa damai kok ngasih 7 ribu, mendingan saya tilang.!!"
Aaah bener-bener takut malam itu. Untungnya, pak polisi yang agak gemuk itu baik hati sebelum mengajak temannya kembali ke pos polisi.
"Masa sih duitnya cuma segitu (aku sambil menunjukkan isi dompetku yang 7 ribu rupiah), lah itu apa ijo-ijo.??"
"Ini cuma kertas-kertas pak, duit saya cuma ini pak 7 ribu, maaf lah pak.", jawabku.
"Ya sudah biarin aja lah, lain kali hati-hati ya mas jangan lewat jalur cepat lagi, sudah ada jalurnya masing-masing. Terima kasih sama bapak ini.!!", lanjut pak polisi yang gemuk itu.
"Ya sudah sana, jalan.!!", suruh polisi yang hampir menilangku tadi, aku jawab dengan ucapan maaf dan terima kasih.

Waah, plong hatiku.!! Lega banget akhirnya gak jadi ditilang.
Beruntung banget pak polisi yang satunya baik, kalo gak sudah mati aku.:D


(HAMPIR) Ditilang Lagi..

Besok malamnya, hari senin malam aku mengantarkan adikku ke cempaka putih maen ke rumah teman. Dalam perjalanan pulang masih di daerah Cempaka Putih, ada patroli.
Lajuku dihentikan, ditanyakan surat-surat kendaraan. Malam itu aku santai saja, karena SIM dan STNK dibawa lengkap dalam dompet. Tak lama setelah menunjukkan surat-surat, kami dibiarkan melintas karena tidak melakukan pelanggaran. Legaaa..

Nah, setelah hampir sampai di tempat kost yang jaraknya sekitar 50 meter dari lampu merah Simprug, namun harus melawan arah. Waktu itu hari sudah larut pukul setengah satu pagi, aku nekat saja lawan arah karena aku pikir jalanan sepi.
Betapa sialnya, sudah sampai persis di samping kostan ada mobil patroli POLSEK dari arah yang berlawanan menghadang. Aku ditanya dari mana, dan seperti biasa menunjukkan surat-surat.
"Kamu tahu ada pelanggaran.??" "Iya pak, maaf. Maksudnya saya kan kerja di sini pak jadi saya lawan arah biar deket"
Akhirnya tidak apa-apa, karena alasanku memang jujur. Hanya diperingatkan untuk lain kali mendingan putar balik, jangan lawan arah.
Beruntung lagi waktu itu, bukan mobil Patroli BM yang membawa surat tilang, hanya mobil Patroli POLSEK.

Ada Hikmah..

Tentu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, kita harus belajar dari apa yang telah kita lalui.

~ Persiapkan SIM dan STNK sebelum bepergian membawa kendaraan.
~ Patuhi rambu-rambu lalu lintas, jangan sampai melanggar.
~ Bawa uang secukupnya untuk persiapan dalam perjalanan.
Kita tidak pernah tahu kapan kita akan kurang beruntung, entah kena tilang atau ban bocor/kempes.
~ Jangan ceroboh..:D




Aji Yulianto
Aku mau curhat nih kawan, disimak yak.! Hikz...


Aku baru aja putus.
Awalnya aku mau jalan sama DIA juga ragu sih, karena DIA ada sedikit masalah.

Tapi aku pikir-pikir lagi dari pada gak ada yang lain, akhirnya aku putuskan buat jalan sama DIA.

Aku takut, ditengah jalan DIA minta putus.
Hatiku jadi dag dig dug.. Dwueeeerrr gak karuan.

Aku jalani dengan hati ikhlas, sabar, santaaai.
Berharap tidak terjadi hal-hal yang tak diingankan antara aku dan DIA.

Semakin jauh, semakin lama.... Aku merasa DIA semakin aneh...

Aku malu banget nih akhirnya putus jugaaaa...

Dasar SANDAL sialan.!!
Di tengah jalan di depan banyak orang minta putus.!! Hikz...
Dasar SANDAL butut.!!
________________________________________________________

Hahahaha...Image
Jangan salah paham kawan, SANDAL butut kesayanganku yang baru aja ngajak putus hubungan..
Aji Yulianto

Pelaku : Supri Titan dadi tukang angon wedus
Uziell Juga Gokiel dadi kancane Supri

Lokasi : Kebon Pring Desa Banjaranyar


Iki Critane Supri Titan lagi angon wedus ning Kebon Pring, trus dipethuk karo Uziell Juga Gokiel.

"Mbah, waduh wedus sampeyan akeh yo ?" jare kang Uziell..
"Yo lumayan " jare si Mbah Supri..
"Pira kabehe,,Mbah ?" takon kang Uziell meneh..
"Sing putih opo sing ireng ?"
"Sing putih,,wis"
"Selawe"'
"masya allah,,akeh nemen. Lha sing ireng?'"
"Podho..." jare mbah Supri mbari ngarit suket..

kang Uziell takon takon meneh..

"Mangan sukete yo akeh pisan, Mbah.."
"Yo.."
"Pirang kilo mangane sedino ?"
"Sing putih opo sing ireng ?"
'Sing ireng,,wis'
"Yo kiro-kirone limang kiloan"
"Lha sing putih?"
"Podho . . ."

kang Uziell bingung ,lha priwe nek ditakoni kok kudu mbedakno sing putih utawa ireng, wong jawabane yo podho baen..

"Mbah, priwe sih nek tak takoni perkara wedusmu, sampeyan mesti takon sing putih utawa sing ireng barang. Padahal sing putih utawa ireng, jawabanmu podho terus. Sakjane ngono ono opo tho mbah?"


"Ngene lho, sing putih iku wedusku..."

"Lha sing ireng ?"

"Podho . . ."

Saesuke, kang Uziell pethuk mbah Supri meneh ning panggonan biasa si mbah angon wedus..

kang Uziell kaget ora ketulungan, weruh mbah Supri lagi ngarit suket tapi ora kanggo empan weduse, nanging dipangan karo mbah Supri dhewek..
kang Uziell dadi penasaran..


"mbah ngopo tho sukete dipangani, mbok yo kanggo weduse.. ?"

"Podho-podho wedhus.." jawabe mbah Supri.

Image



Ckakakak.. Cerita iki mung karangan..
Ojo dileboke ning ati.. Ckakakak..
Semata-mata mung kanggo hiburan karo kanca-kancaku,,
Ckakakak.. Image