Aji Yulianto
Hmmffhh.. Saat-saat seperti ini rasanya kangen bangat sama susana di kampung.

Suasana ramadhan yang aku rasakan saat ini tak sebegitu indah ketika di rumah tercinta. Berkumpul bersama keluarga, laksanakan tarawih, taddarus Al-Qur`an, hmm.

Bekerja hingga malam, tak bisa shalat tarawih berjamaah. Yah, aku coba untuk jalankan shalat tarawih meskipun hanya munfarid (sendirian) setelah pulang kerja. Aku hanya menjalankan 5 rakaat (4 tarawih+ 1 witir), tak apalah itupun diperbolehkan. Selesai tarawih, aku coba untuk taddarus Al-Qur`an walaupun tak setiap habis tarawih aku taddarus. Terkadang berasa lelah setelah kerja seharian.

Semoga keindahan Ramadhan tetap bisa aku rasakan di sini.
Aji Yulianto
Ya Allah.. Kasihan adikku..!!

Aku tak habis pikir hal ini benar-benar terjadi, setelah adikku pulang dan kembali ke sekolah. Padahal sang Kepala Sekolah dengan tangan terbuka mau menerima adikku kembali ke sekolah. Setelah beberapa hari adikku kembali sekolah, Kepala Sekolah menerima Surat Permohonan dari beberapa staff guru SMP N2 Pekuncen tempat di mana adikku bersekolah.

Surat Permohonan yang berisi permohonan agar adikku Fajar Subekhi dipindahkan dari sekolah tersebut. Kepala Sekolah pun tak bisa menolak permohonan tersebut karena permintaan dari beberapa guru yang kuat, karena guru mungkin lebih mengenal serta memahami karakter seorang murid. Yah, kenakalan adikku memang selama ini sudah parah, jadi wajar saja kalau ada orang yang benci atau tidak suka.. T-T

Bibi dan mas Jarwadi sebagai wali murid kemudian datang ke sekolah untuk mebicarakan soal kepindahan adikku. Point yang didapat adalah Kepala Sekolah akan membantu dengan memberikan biaya tambahan untuk memasukkan adikku ke sekolah baru.

Aku menelepon ke rumah, menanyakan semuanya. Aku tanyakan pada adikku apa dia masih mau melanjutkan sekolahnya.? Aku sangat menyarankan agar dia menyelesaikan sekolahnya, walaupun setidaknya hanya SMP. Adikku mengatakan kalau biaya kepindahannya harus mengeluarkan biaya hingga jutaan, lebih baik tidak usah melanjutkan sekolah karena merasa semua ini akan menjadi beban berat kami sekeluarga. Mendengar hal itu aku sedih.. T-T
Tapi aku tetap mendorongnya agar semangat mau melanjutkan sekolah. Kalaupun harus mengeluarkan biaya yang besar, aku dan adik perempuanku berjanji untuk siap membantu. Yang terpenting Fajar mau menyeleseaikan kelas 3 SMP nya, soal bekerja yang dia inginkan buatku gampang, itu urusan nanti seteleh dia selesai sekolah. Adikku pun akhirnya mau dan yakin untuk melanjutkan sekolah.

Bibi dan mas Jarwadi kemudian mencarikan sekolah baru untuk adikku dibantu oleh Kepala Sekolah. Pertama mereka mencoba memasukkan adikku ke sekolah yang dekat dengan desaku, sebuah sekolah swasta. Sekolah tersebut menolak, tidak bersedia menerima adikku. Karena ditolak, kemudian mencari sekolah lain. Dan lagi ke sebuah sekolah swasta, yang letaknya dekat dengan rumah kakak sepupuku mas Jarwadi. Akan sangat bersyukur jika diterima di sekolah tersebut, karena dekat dengan saudara. Tapi lagi-lagi adikku ditolak, sekolah tersebut tidak mau menerima. Kepala sekolah terus memabntu mencarikan sekolah baru.
Dan akhirnya ada satu sekolah yang mau menerima adikku, tapi letaknya cukup jauh dari rumah kami. Dan yang menjadikan kami untuk berpikir panjang adalah, sekolah yersebut memiliki image yang buruk, sekolah tempat pembuangan murid-murid yang nakal. Yah, adikku memang nakal bukankah pantas jika sekolah di situ.? Tapi yang kami sekeluarga inginkan adalah perubahan menjadi lebih baik, bukan menambah burk semua keadaan.

Adikku pun menjadi ragu, karena jika memang benar-benar mau melanjutkan sekolah, adikku berpikir kebutuhan sehari-hari untuknya akan menjadi cukup besar. Tapi bibi malah menyalahkan adikku, karena merasa adikku kurang yakin untuk melanjutkan sekolah, terlihat tidak mantap.

Aku tanyakan lagi semuanya hari ini, dihari pertama puasa. Memang iya ternyata, adikku kurang yakin untuk melanjutkan sekolah. Aku membicarakan semuanya dengan bibi, dan aku pikir, akan percuma nantinya kalau dipaksakan semuanya. Adikku memang tak mau melanjutkan sekolah, tapi kami sekeluarga meminta untuk terus lanjut. Adikku memang berpikiran untuk lebih baik membantu keluarga, yaitu bekerja. Dan rasanya aku pun jadi tak yakin jika adikku sekolah, rasanya adikku sudah tak mungkin untuk bisa mengikuti kembali semua pelajaran yang sudah tertinggal.

Entahlah.. Kami semua benar-benar bingung. Tapi semua harus yakin bahwa jalan mana yang kita ambil, adalah yang terbaik untuk semua. Rencana adikku adalah akan mendatangi kembali orang yang telah menolngnya selama dia kabur dari rumah. Silaturrahmi dan meminta tolong agar dicarikan pekerjaan untuk adikku. Karena adikku dulu sempat bekerja di sebuah toko yang dimiliki oleh Pak Haji, beliau yang menolong adikku.

Ya Allah.. Di bulan yang penuh berkah ini, Engkau limpahkan cobaan berat kepada Hamba-Mu yang lemah. Berikan kami kekuatan dan kesabaran Ya Allah.!! Semoga segala cobaan bisa kami atasi. Amien.!!!

I MUST KEEP ON FIRE.!! I ALWAYS HAD A PLAN, MAKE IT REAL.!!
KEEP ON FIRE.!!
Aji Yulianto
Selamat datang bulan Ramadhan.!!
Alhamdulillah yaa Allah, aku berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan. Bulan yang istimewa bagi kaum Muhammad, bulan penuh berkah.

Mungkin ramadhan kali ini tak akan jauh berbeda dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Aku harus menunaikan puasa sambil bekerja. Jauh dari keluarga, jauh dari adik dan bibi. Hiks hiks..
Merupakan tahun ketiga aku bekerja di Jakarta, dan setiap puasa alhamdulillah mudik ke kampung halaman. Tapi 2 hari sebelum Idul Fitri, waktu yang cukup mepet. Bersyukur masih bisa merasakan puasa dengan keluarga kecilku, walaupun hanya sehari.

Alhamdulillah setiap tahun aku berusaha untuk mempertahankan puasaku agar tidak jebol, meskipun terkadang cobaan sangatlah berat. Dalam lingkungan kerja terkadang ada saja hal yang membuatku kesal, marah, kali ini dan mudah-mudahan untuk seterusnya aku bisa lebih bersabar. Apalagi pas mudik, huffh.!!
Yep, satukan hati dan pikiran.!!
Insya Allah puasa kali ini agak lain deh, karena niatku puasa akan aku isi dengan merajut juga. Hehehe.....

Mudah-mudahan puasa kali ini pun bisa aku tunaikan dengan lancar, bisa atasi segala cobaan dengan penuh kesabaran. Amiien.!!

Dari lubuk hati yang paling dalam aku ucapkan :
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa untuk semua teman-teman yang menjalankan.
Semoga puasa kita senantiasa diterima oleh Allah Swt, dan menjadi berkah bagi kita semua.
Amiieeeenn.!!!



Aji Yulianto
Huhuhuu, sudah parah nih. *-*

Rasanya akhir-akhir ini semangat Juventus ku menipis. Jarang meng-update berita terkini, jarang ke forum. Hmm, belum lagi urusan merajut. Aku selalu punya rencana, tapi belakangan rasanya malaaas banget. Why.?

waduh aku kelihatan kayak anak kecil kalo dipotret. ^_^

Banyak hal yang aku pikirkan, banyak hal yang mengalihkan semua itu.
Tapi kali ini aku berusaha kembali untuk menyimak segalanya tentang Juventus, musim baru akan bergulir, harusnya semangat baru pun mengalir.!!
Dan kali ini aku mencoba untuk kembali menyentuh jarum dan benang yang sudah cukup lama tak tersentuh. Melanjutkan rencana, realisasikan itu.!!
Juventus dan Merajut
Dari dua dunia inilah aku punya banyak teman. Walaupun hanya sekedar pertemanan lewat dunia maya. Tapi justru di sinilah aku merasakan kenyamanan. Apa yang baru saja dibahas di forum, apa yang baru saja di share di milis, selalu teringat.

Semangatku harus bangkit. Aku tak boleh terdiam karena suatu masalah, aku harus bisa jadikan dua dunia ini sebagai jalan keluar dari segala permasalahan. Atau sekedar pelarian, untuk mengalihkan sejenak dari kepenatan.

Selalu ada support dari sini, selalu ada semangat dari teman-teman.

Terlebih, ada orang-orang yang tulus mendukungku selama ini, aku sangat berterima kasih. Aku berdoa agar kelak aku bisa mambalas kebaikan mereka selama ini.

Hari ini aku sangat senang, lagi-lagi mbak Thata memberikan dukungan terhadapku. Aku di kasih macam-macam benang, wah banyak banget aku kaget bener.



Mohon banget sama Yang Kuasa, semoga dibalas kebaikan teman-temanku selama ini. Amiien.!!

Hayo Ji... Manfaatkan dengan baik benang-benang ini.!!!
Percaya dan yakin kalau kamu mampu.
Lahirkan kembali semangatmu, seperti Juventus yang tak pantang meyerah.!!!

Keep on Fire.!!!

Forza Juventus.!!!
Forza Rajuters.!!!



Aji Yulianto
I-Cord....

Pertama kali aku dengar kata ini dari Mbak Thata setelah aku menyelesaikan AC Milan Hat ( http://aji-yulianto.blogspot.com/2009/05/ac-milan-earflap-hat.html ).
Tak tahu bagaimana membuat tali pengikat untuk hat, lalu mbak Thata menyarankanku agar memakai I-Cord. Tapi dengan knitting, aku sendiri gak bisa knitting.

Kali ini mbak Thata meluncurkan (^_^) video tutorial membuat I-Cord dengan crochet. Waw, aku jadi tak perlu repot belajar knitting deh untuk membuat I-Cord. Tapi bukan berarti aku gak mau belajar knitting lho, nanti dulu deh crochet sejauh-jauhnya, setinggi-tingginya, nanti baru merambah.


Kelihatannya tak terlalu susah, lumayan *ZZzzt. Sekarang ini aku belum bikin hat lagi, jadi kapan-kapan aku coba I-Cord nya. I always have a plan....

Thanks for sharing mbak Thata..!!


*SOURCE : http://www.dinamic-crochet.co.cc/
Aji Yulianto
Alhhamdulillah, aku sangat bersyukur akhirnya adikku diketemukan dan pulang dalam keadaan baik-baik aja.

Sore tadi sekitar pukul setengah delapan, aku mendapat sms dari kakak sepupuku mas Jarwadi bahwa Fajar sudah ketemu. Aku langsung menelepon mas Jarwadi. Setelah sebelumnya adik perempuanku meneleponku untuk memberitahukan kabar ini.

Aku sangat bersyukur banyak orang mau membantu mencari keberadaan adikku, Pak Kepala Desa membatu kami menyalurkan informasi ke Kepolisian setempat, sampai menyalurkan berita hilangnya adikku ini ke stasiun radio RRI Purwokerto. Dua hari yang lalu mas Jarwadi mencoba pergi ke stasiun kereta di Bumiayu, jarak yang cukup jauh dari rumahku, memakan waktu sekitar satu jam perjalanan. Dari sini alhamdulillah kemudian sedikit menemukan titik terang tentang keberadaan adikku.

Yang ingin aku ketahui belum sepenuhnya terjawab, karena komunikasiku dengan mas Jarwadi sedikit terganggu. Suaranya terdengar putus-putus, mungkin karena sinyal. Tapi yang jelas adikku diketemukan di Bumiayu, bukan termasuk lagi dalam daerah Kabupaten Banyumas.

Adikku berada di rumah seseorang, namanya aku kurang jelas tapi yang aku dengar beliau yang menolong adikku dipanggil pak Haji. Aku ingin bicara dengan adikku tapi suruh jangan dulu, biar dia tenang dulu lagi disuruh tidur. Dan pulang dengan keadaan sehat, Alhamdulillah. Aku tanya apa masih ingat sama kita-kita mas? tentu saja masih, syukuur Alhamdulillah.
Awalnya adikku tak mau diajak pulang, karena malu dan takut. Tapi mas Jarwadi berusaha untuk membujuknya dan akhirnya..pulang. Adikku tak langsung pulang ke rumah, tapi dibawa mas Jarwadi ke rumahnya, berjarak 10 menit jika ditempuh dengan kendaraan bermotor dari rumahku. Besok adikku baru kembali ke rumahnya.

Sekarang yang aku khawatirkan, apakah adikku masih mau melanjutkan sekolahnya.?
Kepala Sekolah masih meberikan kesempatan kepada adikku untuk kembali masuk, tapi aku takut kalau adikku mungkin malu, dan tak mau melanjutkan sekolahnya. Sayang, dia baru saja kelas 3 SMP, paling tidak selesaikan 1 tahun lagi. Tapi aku akan coba berusaha untuk menggugahnya, tentunya semua orang pasti mengininkan adikku melanjutkan sekolahnya.

Aku berharap di balik semua ini memiliki makna, aku percaya Tuhan punya rencana yang baik utnuk kita semua di balik segala peristiwa. Menjadi pelajaran buat adikku agar dia berubah, dan menjadi pelajaran buatku agar lebih dan lebih memperhatikan adikku sejauh mungkin.

Berkat bantuan dan doa dari banyak orang, teman-teman, semuanya. Aku sangat berterima kasih kepada teman-teman semua. Teutama mas Jarwadi, bersyukur sekali aku punya keluarga seperti dia, padahal dia hanya anak menantu dari kakak tertua Bibi. Alhamdulillah.
Semoga Tuhan senantiasa memberikan rizki-Nya kepada teman-teman semua, atas doa dan dukungannya. Amiien !!
Aji Yulianto
Tetap tak ada kabar kepastian di amana adikku.

Dan tetap aku tak bisa berbuat banyak, hanya berdoa, berdoa dan berdoa memohon kepulangan adikku. Yang aku dengar, hanya kemungkinan besar adikku tak sampai pergi ke Jakarta, tapi masih ada di sekitar tempat tinggal. But where is he.? *_*

Aku ingin pergi mencari, tapi kemana.? Kata bibi aku tak perlu mencari ke manapun, Fajar masih di sini.

Khawatir... Beberapa hari ini waktu istirahatku jadi tak normal, ingin tidur susah. Tak sekalipun aku sentuh benang, rasanya berat tangan ini. Tak seperti biasanya jika cobaan menerpaku, benang yang menjadi temanku bisa sedikit membuatku tenang. Padahal aku selalu punya rencana dengan benang.

Sekarang rasanya semua teralihkan kepada adikku. Aku menyesalkan sikap Pamanku, saudara tua dari alm. Ibu yang tak pernah menengok kami sekeluarga. Aku dan adik perempuanku tak perlu diperdulikan, tapi yang paling kecil yang masih butuh bimbingan. Seharunya pamanku mengerti dengan keadaanku yang jauh, tak bisa mengawasi dengan ketat adikku. Sekarang apa.?
Sampai terjadi hal buruk seperti ini Pamanku tak memberikan respon yang... katakanlah "paman yang menyayangi keponakannya", sama sekali tidak. Wajah adikku pun tak pernah lihat, pasti sudah lupa. Sebagai keluarga harusnya kita saling membantu, aku ingin ketika pulang nanti aku katakan semua pada Pamanku.

Only my little brother in my mind now... Kerjapun tak konsentrasi, sedikit melakukan kesalahan tapi beruntung tak berbuntut panjang.

Sampai dengan detik ini, kami sekeluarga masih belum tahu di mana adikku.???!!!
Kasihan, kenapa adikku pergi meninggalkan "belang" di balik namanya. Semua orang tahu keburukannya. Memang, banyak cerita dari Bibi yang ingin sekali diceritakan padaku tentang Fajar. Tentang tabiatnya, pergaulannya yang sangat buruk. Tapi Bibi tak mau menceritakannya, dia ingin menceritakan kalau nanti aku pulang. Kasihan adikku.!!!!!!!!
Tak perduli apa yang telah dilakukan adikku, yang aku mohon saat ini adalah adikku kembali pulang dalam keadaan baik, dan kami semua bisa berkumpul kembali. Dan, Fajar terbuka pintu hatinya untuk kembali ke jalan yang diridhoi Allah. Amiien.!!

Masih banyak impian, masih panjang jalan ini. Begitupun adikku, banyak yang dia impikan. Adikku ingin sekali ikut study tour di sekolahnya, dia katakan itu padaku dan semuanya. Dia sangat ingin melihat Jakarta yang megah, berjalan-jalan ke Monas, Ancol, masih banyak yang ingin dimilikinya, masih banyak yang ingin diraihnya.
Perjalanan hidup adikku pun masih panjang. Aku ingin sekali dia berubah, bertekad untuk menggapai semua mimpinya. Aku ingin dia tergugah, terbangun dari gelap.

Berikan adikku hidayah-Mu Yaa Kholiq. Amiien.!!