Showing posts with label Goresan Suara Hati. Show all posts
Showing posts with label Goresan Suara Hati. Show all posts
Aji Yulianto
Suatu saat di hari ibu, terjadi percakapan antara dua orang sejoli.....
Aa: "ehmm, neng.. tau ga ini hari apa.??" 
Neng: "ya hari kamis a.."
Aa: "bukan neng.. ini hari ibu.."
Neng: "oh, iyaa.. terus kenapa a.??"
Aa: "mau nanya neng..."
Neng: "nanya apa a.??"
Aa: "neng mau ga jadi ibu buat anak2 aku.??"
Neng: "iih, aduuh si aa.. mau dooong.. yok kita nikah..<3 <3 <3"
Aa: "asik asik.. nikah massal aja yang gratis, yang penting halal.."
Neng: "huuu.. dasaaarr.." *cubit si aa*
Aa: "aduuhhuhu.." *ketawa*
Hikmah skenario di atas:
~ Selamat Hari Ibu
~ Rencanakan pernikahan dengan baik
~ Nikah itu pasti harus pake biaya
~ Segeralah menikah bagi yang sudah mampu, itulah pesan Baginda Rasulullah SAW untuk para pemuda

*ABSURD.!! ini bahas hari ibu apa nikah si.?? :D
yang pasti terima kasih buat bapak yg udah menikahi ibu, hingga akhirnya aku terlahir ke dunia ini..<3
ibu.. ibu.. ibu.. bapak..
teriring doa untuk kalian di sana..

Sedikit mau membahas soal Hari Ibu yang di Indonesia ini diperingati setiap tanggal 22 Desember.
Bahwa sebenarnya makna Hari Ibu ini telah bergeser dari makna yang sebenarnya, tak sesuai dengan sejarah Hari Ibu di Indonesia, dan tak sesuai dengan misi sejatinya.
Lalu apa makna Hari Ibu yang sebenarnya.?? Baca terus post ini yaa..

Aji Yulianto


Kenapa harus menunggu kalau bisa menjemput.??
Menjemput mimpi..
Menciptakan peluang..
Membuka kesempatan..
Berdiri, berjalan..
Merayap, mengendap..
Meraba setiap celah..
Bergerak dengan motivasi..
Menyatu dengan alam..
Berteman dengan imaji..
Terjatuh dan tersandung..
Bangun dengan ikhlas..
Bernafas dalam syukur..
Jangan hanya diam dan menunggu..
Jemput impianmu..




*kata-kata yang baru terlintas begitu saja, entah apa maknanya.. Anda sebagai pembaca yang budiman, maknai saja sendiri kalau memang bermakna..
**burung irian, bururng Cendrawasih.. cukup sekian dan terimakasih..
*sungkem* :D


Aji Yulianto






my story was unique..
my life was unique.. 
unique.. with all its advantages and all disadvantages.. 
unique.. with all the fall and resurrection.. 
unique.. with strengths and weaknesses.. 
unique.. with love and revenge..
unique.. with happiness and sadness..
unique.. with all the mysteries in the future..  
and i should be grateful..
because i was created as human being.. 
because God is always gives the best..




Aji Yulianto
Berdoa

Yaa Rabbii.. Ighfirlii, Ighfirlii..
Rumitnya teka-teki hidup ini..
Terkadang membuatku frustrasi..
Setiap nafas yang mengalir dalam jiwa ini..
Sungguh nikmat yang kau beri..
Betapa nista hamba..
Betapa Agung Engkau..
Terkadang lupa akan nikmat-Mu..

Yaa Rabbii.. Ighfirlii, Ighfirlii..
Nafsu seringkali membutakan hati..
Menenggelamkan kasih..
Kegalauan merobek hati..
Kesombongan menjadi topeng harga diri..
Betapa nista hamba..
Betapa Agung Engkau..
Sungguh Engkau Dzat Yang Mulia..

Yaa Rabbanaa.. Ighfirlanaa, Ighfirlanaa..
Ampunkan atas semua rahasia..
Dikala siang maupun malam..
Yang sesungguhnya tak Engkau ridhoi..
Kami (manusia) memang buta..
Sungguh Engkau Maha Megetahui segala sesuatu..

Yaa Rahman, Yaa Rahiim..
Engkaulah sumber kebahagiaan kami..
Bimbinglah jiwa kami..
Pertemukanlah jiwa kami dengan jiwa yang Engkau ridhoi..
Satukan kami dalam ikatan suci..
Di bawah sunnah Rasul-Mu..

Yaa Rahman..
Panjangkanlah usia kami dengan kemuliaan..
Yaa Rahiim..
Murahkanlah rizki-Mu kepada kami..
Yaa Rasulullah..
Angkatlah kami dengan syafa'atmu di akhir nanti..
Yaa Rabbii..
Ighfirlii, waghfirlanaa..




Aji Yulianto
im sorry

Maafkan aku ya, kawans..
Sebagai makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain, mungkin aku udah terlalu sering merepotkan kalian..
Kalian sungguh baik, sangat baik..
Udah banyak banget kebaikan kalian sama aku, dan aku belum bisa membalas apa-apa..
Tapi aku selalu berusaha untuk membalas kebaikan kalian, hanya saja sepertinya Allah belum memberikanku kesempatan yang lebih untuk melakukannya..

Maafkan ya..
Atas semua janji-janji yang belum sempat terpenuhi..
Tapi disisa waktu yang ada aku selalu berusaha untuk memperjuangkan janjiku..

Dan maaf atas segala kesalahan..
Baik disengaja maupun tidak..
Mungkin aku bukan orang yang baik, tapi aku selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik..
Adalah sulit untuk dinilai baik di mata semua orang..
Mungkin cukup menjadi orang baik di mata Tuhan..

Disela-sela doa untuk orang tua dan keluargaku, aku tak lupa menyelipkan kalian dalam doaku..
Semoga kalian senantiasa dilimpahkan rizki yang luas dan senantiasa dalam lindungan-Nya..
Semoga kelak aku bisa membalas kebaikan kalian, memenuhi janji..
Dan semoga kelak jika waktuku habis, belum sempat aku memenuhinya..
Aku memohon agar Allah membalasnya dengan sesuatu yang lebih besar..
Amiien Allahumma Amiien.!!

Kalian hal paling berharga yang pernah kumiliki..
*sungkem*
Aji Yulianto
Saya benci untuk merajut harapan..
Selalu berhadapan dengan ketidakpastian..
Namun mustahil untuk mengelak..
Dalam hidup selalu ada tuntutan yang menjadi tujuan untuk diperjuangkan..
Dan dalam perjuangan itu selalu menaruh harapan..


Quote from my sister:
Niat yg ikhlas mungkin itu kuncinya dengan menaruh harapan yang qt perjuangkan. sabar n tawakal sifat yg mesti qt lakukan dalam berjuang.

Seorang teman mencoba memberi semangat:
lo kenapa dah ji. galau mulu. move on lah.........



Aji Yulianto
Terima kasih untukmu yang tak menghargai setiap inci perjuangan..
Membuatku sadar pentingnya penghormatan..
Terima kasih untukmu yang tak menghargai pengorbanan..
Membuatku belajar nikmatnya terjatuh..
Terima kasih untukmu yang tak menghargai setiap perhatian..
Membuatku semakin sadar bahwa aku makhluk sosial..
Terima kasih untukmu yang tak mau mendengarkan nasehat..
Membuatku berhati-hati meskipun kadang terlambat..
Terima kasih untukmu yang tak mau menjawab sapaan..
Membuatku belajar keramahtamahan..
Terima kasih untukmu yang tak mau menghargai waktu yang diberikan..
Membuatku belajar untuk tak merasakan letih..
Terima kasih untukmu yang tak mau bersabar..
Membuatku belajar agar tetap lapang..
Terima kasih untuk setiap prasangka buruk..
Membuatku belajar untuk mawas diri..
Terima kasih untukmu yang menganggap aku bodoh..
Membuatku belajar menjadi satu tingkat di atas bodoh..

Terima kasih untukmu yang tak mau menghargai kekurangan..
Membuatku semakin sadar bahwa kesempurnaan hanya milik Tuhan..
Bukan anak Adam..
Terima kasih untukmu yang tak mau berterima kasih..
Membuatku sadar betapa berharganya setiap pemberian dan kasih sayang..
Sekecil apapun..



"Ini hanya goresan seorang anak Adam, yang selalu mencoba menerima setiap pemberian.. Dan belajar dari apa yang telah diberikan.. InsyaAllah.."



Aji Yulianto
Setiap manusia pasti memiliki impian,angan-angan,cita-cita,tujuan,sesuatu yang ingin dicapai. Yang mana semua itu tentu harus dilalui dgn sedikit perjuangan.

Dalam mengejar apa-apa yang kita impikan mungkin jalannya tak selalu mulus,kita mengalami pasang surut semangat karena benturan2 cobaan,yang menguji kesabaran & mental. Pada fase ini kita dituntut untuk konsisten dalam bersikap,berpikir dan berhati-hati sebelum mengambil langkah/tindakan. Itulah proses menemukan jati diri kita agar menjadi pribadi yang lebih matang.

Jika perjuangan kita berakhir dengan gagal,cobalah "IKHLAS".
Mungkin yang kita rasakan ketika gagal adalah sedih,kecewa,putus asa,merasa perjuangan kita selama ini sia-sia,apa yg kita kejar akhirnya tak dapat diraih. Tentu bolehlah kita merasakan itu hanya diawal saja sebagai manusia yg normal,tapi coba lalu kita terima semua itu dengan lapang. Kita mungkin berpikiran ikhlas itu gampang diucapkan,tapi pada prakteknya sulit diterapkan. Namun ada sebuah petikan dari pak Mario Teguh yang membuat aku yakin bahwa sebenarnya ikhlas itu mudah kita lakukan;
Memasuki kandang harimau yg sedang kesa sm isterinya,adalah perilaku yg buruk bagi kesehatanmu.
Apakah kamu mengerti peringatan itu? Ya
Apakah kamu ikhlas utk patuh dan tidak memasuki kandang itu? Ya
Apakah itu sulit? Tidak
Jadi, ikhlas itu sulit hanya bagi orang yang tidak mempercayai yang baik baginya.
Ikhlaskanlah kegagalan ini. Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk berhasil di dalam hal lain,atau kita berhasil pada perjuangan yang berikutnya. Kegagalan yang kita jumpai membawa kita pada perjuangan baru agar berhasil,karena kita belajar dari gagal itu sendiri.
Jadi tidaklah sia-sia perjuangan kita,kita bisa mengambil hikmah dan nilai positif dari kegagalan itu,agar kedepan menjadi lebih baik lagi.
Manusia tidak akan belajar jika bukan dari kesalahan.

Jika kita berhasil meraih tujuan maka bersyukurlah. Perjuangan masih panjang,karena setiap satu tujuan tercapai berarti telah membuka pintu tujuan2 yg baru.
Aji Yulianto


Alhamdulillah.. Segala puji bagi Engkau Ya Allah, Yang Maha Kuasa, yang membolak-balikkan hati manusia dengan mudah..

Mungkin ini jalan yang Kau beri untuk mengingatkan aku agar selalu dekat dengan-Mu. Aku sadar, rizki dari Engkau takkan kudapat dgn mudah jika kelakuanku kurang indah. Apa yang aku kejar terasa menjauh, karena aku memang merasa jauh darimu. Entah kenapa, menjalankan shalat saja masih membuatku merasa jauh dari-Mu..

Ya Allah.. Malam ini terasa letih, hingga tak sadar ditengah-tengah taddarus Al-Qur'an aku meneteskan air mata..
Aku merasa letih dengan perasaan batinku, sepertinya batin ini butuh bimbingan, ingin merasa tenteram.
Seketika itu aku terdiam dan berdoa:
"Ya Allah.. Hanya kepada Engkau aku berlindung dari segala rasa sakit.."

Subhanallah.. Aku merasa segumpal daging dalam jiwa ini begitu kotor..

Ya Allah.. Semoga aku senantiasa berjalan di atas Ridho-Mu..
Ampuni hamba-Mu yang lemah ini.. Amiien yaa robbal'alamiin..
Aji Yulianto
surat tilang

Hari minggu 16 Januari, malam hari sepulang kerja niatnya aku mau nonton bareng pertandingan Juventus, di daerah Pancoran. Karena kerjaan hari itu sangat rame, jadinya berangkat lumayan telat. Pertandingan memasuki menit 80' aku baru sampe di tempat nonbar.:hammer:
Tapi puas! Aku baru datang itu langsung menyaksikan gol kemenangan untuk Juventus. Yesss..:D

Begini ceritanya, ini adalah pertama kalinya aku kena tilang.
Setelah nonbar selesai aku langsung pulang ke arah Blok M, melalui jalur yang biasa aku lewati.
Jalan Sudirman, sepertinya aku memang salah mengambil jalur.
Di tikungan sebelum halte POLDA aku mengambil jalur cepat (jalur mobil), aku lumayan kaget tiba-tiba ada seorang polisi menghadangku di tikungan itu. Aku lupa bahwa itu jalur cepat, siang hari aku pernah beberapa kali melewati jalur cepat itu namun aman. Malam itu sialnya aku.!!

Ada 2 orang polisi malam itu, seorang polisi menghentikan lajuku, dan yang satunya sedang mengawasi kendaraan yang melintas sambil berkomunikasi melalui walkie talkie.
"Bapak kenapa lewat jalur ini pak, kan sudah ada jalurnya sendiri di sebelah situ", sahut pak polisi bernada kesal.
"Maaf pak, saya lupa lagi buru-buru soalnya mau pulang", jawabku dengan deg-degan sambil mengeluarkan SIM dan STNK.
"Anda kami tilang karena melanggar rambu lalu lintas, minggir kesini pak.!!", lanjut polisi itu mau menilangku.
Nah pak polisi yang satunya, orangnya agak gemuk menyahutku dengan logat jawa "Kenapa lewat sini kang, kan itu udah ada jalurnya.??" Dan bapak itu tahu bahwa plat nomor motorku dari daerah Banyumas.
"Ini lihat, melanggar rambu lalu lintas dendanya 5oo ribu rupiah, anda kami tilang sidangnya nanti tannggal 28 Januari". Oh my gosh, dalam hati berkata gede banget sanksinya.!!
Aku terus menjawab dan memohon dengan nada memelas, "Aduh pak, maaf lah pak, saya tadi buru-buru gak sengaja lewat sini. Selesaikan disini aja ya pak, tapi ini saya cuma ada uang 7 ribu rupiah.!!"
Ya, malam itu sisa uang dalam dompetku hanya 7 ribu rupiah saja, aku kurang persiapan.
"Masa damai kok ngasih 7 ribu, mendingan saya tilang.!!"
Aaah bener-bener takut malam itu. Untungnya, pak polisi yang agak gemuk itu baik hati sebelum mengajak temannya kembali ke pos polisi.
"Masa sih duitnya cuma segitu (aku sambil menunjukkan isi dompetku yang 7 ribu rupiah), lah itu apa ijo-ijo.??"
"Ini cuma kertas-kertas pak, duit saya cuma ini pak 7 ribu, maaf lah pak.", jawabku.
"Ya sudah biarin aja lah, lain kali hati-hati ya mas jangan lewat jalur cepat lagi, sudah ada jalurnya masing-masing. Terima kasih sama bapak ini.!!", lanjut pak polisi yang gemuk itu.
"Ya sudah sana, jalan.!!", suruh polisi yang hampir menilangku tadi, aku jawab dengan ucapan maaf dan terima kasih.

Waah, plong hatiku.!! Lega banget akhirnya gak jadi ditilang.
Beruntung banget pak polisi yang satunya baik, kalo gak sudah mati aku.:D


(HAMPIR) Ditilang Lagi..

Besok malamnya, hari senin malam aku mengantarkan adikku ke cempaka putih maen ke rumah teman. Dalam perjalanan pulang masih di daerah Cempaka Putih, ada patroli.
Lajuku dihentikan, ditanyakan surat-surat kendaraan. Malam itu aku santai saja, karena SIM dan STNK dibawa lengkap dalam dompet. Tak lama setelah menunjukkan surat-surat, kami dibiarkan melintas karena tidak melakukan pelanggaran. Legaaa..

Nah, setelah hampir sampai di tempat kost yang jaraknya sekitar 50 meter dari lampu merah Simprug, namun harus melawan arah. Waktu itu hari sudah larut pukul setengah satu pagi, aku nekat saja lawan arah karena aku pikir jalanan sepi.
Betapa sialnya, sudah sampai persis di samping kostan ada mobil patroli POLSEK dari arah yang berlawanan menghadang. Aku ditanya dari mana, dan seperti biasa menunjukkan surat-surat.
"Kamu tahu ada pelanggaran.??" "Iya pak, maaf. Maksudnya saya kan kerja di sini pak jadi saya lawan arah biar deket"
Akhirnya tidak apa-apa, karena alasanku memang jujur. Hanya diperingatkan untuk lain kali mendingan putar balik, jangan lawan arah.
Beruntung lagi waktu itu, bukan mobil Patroli BM yang membawa surat tilang, hanya mobil Patroli POLSEK.

Ada Hikmah..

Tentu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, kita harus belajar dari apa yang telah kita lalui.

~ Persiapkan SIM dan STNK sebelum bepergian membawa kendaraan.
~ Patuhi rambu-rambu lalu lintas, jangan sampai melanggar.
~ Bawa uang secukupnya untuk persiapan dalam perjalanan.
Kita tidak pernah tahu kapan kita akan kurang beruntung, entah kena tilang atau ban bocor/kempes.
~ Jangan ceroboh..:D




Aji Yulianto
Tanpa disadari nafsu terkadang membuat manusia terlihat bodoh..

Tanpa disadari nafsu terkadang membuat manusia lupa terhadap siapa yang menciptakan hawa nafsu..



Dalam mengejar sesuatu untuk mencapai tujuan, rasa antusias dan semangat itu sangat perlu. Tapi terkadang semangat itu dibumbui nafsu, semacam tergesa-gesa, terburu-buru dalam mengambil tindakan tanpa berpikir dingin apa akibatnya.
Bahkan nafsu itu terkadang membutakan akal, tak perduli sesama, tak ingat sang pencipta, hanya mengejar apa yang ingin kita raih, yakni kesuksesan (duniawi).

Nafsu itu juga terkadang membuatku malas!
Malas untuk merajut gara-gara sedang emosi, jadinya ada projek gak kelar-kelar. Hihihi...

Orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan hawa nafsunya..



Aku sedang belajar mengalihkan nafsu ke dalam hal yang positif, tanpa melupakan kewajiban sebagai manusia.
Nafsu untuk belajar, nafsu untuk terus berkarya, nafsu untuk bekerja.


Taklukkan nafsu yang merusak.!!

lawan nafsu



Aji Yulianto
...fear for the future, and alter our fate...

Hidup ini tak selalu manis, terkadang harus menelan pahit.
Anehnya, terkadang pahit itu belum ditelan namun sudah dirasakan. Itulah rasa takut.

Dunia ini begitu luas, tapi terkadang aku merasa dunia ini begitu sempit.
Sempit, ketika merasa tak punya tempat untuk berbagi. Saat menangis namun tak seorangpun yang mendengar. Saat ketidakadilan yang kudapat. Ah, seolah dunia tak bersahabat.

Ada detik-detik dimana aku merenung. Apa yang akan terjadi esok? Dengan adik-adikku, dengan keluargaku?
Sebagai anak pertama, aku merasa bodoh mengatur hidupku sendiri. Bagaimana aku mengatur adik-adikku?
Aku merasa gagal ketika mereka (adik-adikku) melakukan keteledoran.
Aku punya mimpi, mereka pun sama. Untuk mewujudkan mimpiku sendiri aku merasa payah.
Beruntung kami masih memiliki bibi (bu lik), yang sudah menganggap kami sebagai anaknya sendiri, senantiasa membimbing kami.

Ya Allah, ketakutan ini kadang terasa membunuh. Aku takut ketika aku harus benar-benar sendiri dalam melangkah. Aku takut dengan masa depanku, masa depan keluargaku.
Terkadang benci untuk memiliki mimpi, hanya menciptakan ketakutan untuk meraihnya.

Aku pernah punya tekad untuk membahagiakan kedua orang tuaku. Rasanya belum sempat tercapai, Allah telah memanggil mereka terlebih dahulu. Aku diajarkan untuk pesimis, bahwa mereka yang telah meninggalkan kita terlebih dahulu belum bahagia di alam sana. Semoga aku masih bisa membahagiakan mereka, meskipun hanya lewat doa.
Aku pun punya tekad untuk membahagiakan mereka yang masih tersisa. Semoga aku tak kehilangan kesempatan.
Ya Allah.. Ampuni hambamu yang lemah ini
Berikan senantiasa kekuatan, mudahkan jalan kami dalam mencari rizkimu
Amiien



Teman, rasanya hanya disini aku bisa menuangkan rasa, dengan goresan.
Aji Yulianto
Dear Bulan..

Dulu kita pernah mengindahkan dunia dengan kata-kata. Merajut kata mengekspresikan rasa, melahirkan secuil asa.
Dulu kita pernah berbicara tentang rahasia. Rahasia tentangku dan tentangmu, yang mungkin tidak pernah kita bagi dengan siapapun. Hanya kita yang tahu rahasia itu.

Bulan, aku adalah hampa yang bersinar dengan sentuhan sinarmu. Aku merasa "ketagihan" berteman denganmu. Sangat sulit bagiku menemukan teman, untuk berbagi rahasia.
Bulan, aku tahu teman-temanmu banyak di atas sana. Terkadang aku iri denganmu.
Sesaat keinginan untuk tetap berbagi denganmu melandaku. Namun sinarmu mulai memudar dari wajahku, kau seperti memalingkan sinarmu dariku.

Bulan, apa aku salah dengan perasaan nyaman ini?
Aku sedikit diam padamu namun kau benar-benar diam padaku.
Bulan, aku rela meskipun sinarmu tak lagi tertuju padaku. Aku pun sadar diri, aku tak pandai menghitung jumlah bintang, seperti menghitung perkalian dalam matematika. Aku tak pandai merangkai kata untuk merayumu.
Aku sangat menyayangkan perlakuanmu yang terlalu acuh. Sinarmu membelakangi ragaku. Sapaanku hanya kau jawab dengan sekali kedipan cahayamu.
Seolah kau lupa bahwa kita pernah bersama-sama merangkai keindahan, meskipun sesaat.

Bulan, aku tahu sesuatu di luar sana jauh lebih indah dari pada di sini.
Aku tahu, sinarmu sedang menyinari sesuatu itu agar lebih indah.
Setidaknya sesekali kau tengok aku yang kembali gelap tanpa sinar. Namun kau tetap diam, keacuhanmu aku anggap sebagai bentuk tak ingin lagi berteman. Ya, aku memahami kau telah menemukan teman baru untuk kau sinari, agar tak redup.

Aku semakin diam memendam, aku berpikir dalam-dalam setidaknya kita tetap berteman. Aku tutup semua celah agar kau tak kembali datang, aku semacam takut.

Bulan, maafkan aku tak bisa menjadi temanmu yang baik.
Semoga sinarmu tak pernah redup, tetaplah ciptakan kedamaian dengan keindahanmu.

Suatu saat aku pasti akan membuka kembali celah itu, ketika bulan baru dengan sinarnya mengetuk ingin menerangiku.
Aji Yulianto
Putus Asa

Putus asa..
Bukan ingin mati..
Tapi semacam tak ingin..
Punya hati..
Putus asa..
Bukan ingin mati..
Tapi semacam tak ingin..
Punya mimpi..
Putus asa..
Bukan ingin berhenti..
Tapi semacam lelah..
Untuk mengejar asa..
Putus asa..
Bukan ingin berhenti..
Tapi semacam takut..
Untuk berjabat kembali dengan kegagalan..

Untuk apa selama ini.??
Memiliki hati..
Tapi tak pernah dihargai..
Untuk apa selama ini.??
Memiliki mimpi..
Tapi hanya terwujud dalam bunga tidur..
Untuk apa selama ini.??
Mengejar asa..
Namun penuh ketidakpastian..
Untuk apa selama ini.??
Mengejar asa sepenuh hati..
Mimpi berakhir di sini (dalam goresan)..


~ aji_y22 ~






Aji Yulianto
merenung

Everybody's changing so fast..
Yesterday was loved..
Today is hated..
Everybody's changing so fast..
Enemy in the past..
Friend in the next..
Everybody's changing so fast..
Trying to do the best..
Forgetting what's left..






Aji Yulianto
2011

Selamat Tahun Baru 2011 buat kawan-kawan semua..
Semoga apa yang kalian harapkan di tahun ini bisa terwujud.. Amiien.!!

Hmm, resolusiku apa yah buat tahun ini.??
Ga banyak ah, insyaAllah aku ingin melanjutkan sekolahku yang sempat terputus.. Semoga aku bis.!!
Mengalir aja lah dengan waktu, berusaha menjadi manusia yang lebih baik, belajar dari apa yang telah dialami..

Bismillah..





Aji Yulianto
i am a monster

Mungkin aku sejenis ular..
Ingin melilitmu dalam balutan rasa..
Namun kau takut..
Jika aku menyimpan bisa yang beracun..

Mungkin aku sejenis naga..
Ingin mengajakmu terbang tinggi..
Namun kau takut..
Akan semburan api jika aku marah..

Mungkin aku sejenis alien..
Ingin membawamu hidup bersama di angkasa..
Namun kau takut..
Aku tampak seperti makhluk bodoh dan dungu..

Monster itu bukan dirimu..
Tapi ada dalam diriku..
Aku telah menakutimu dengan perasaanku..
Inginku tepis semua pandangan dan tuduhanmu itu..
Inginku ungkapkan lalu aku buktikan..
Apa yang aku tuliskan adalah ungkapan perasaan..
Namun..
Ketakutanmu telah menutupi rasa percayamu..
Biarlah..
Apa yang aku inginkan hanya menjadi sebuah tulisan..


~ aji_y22 ~





Aji Yulianto
Aku hanya ingin mencari tempat untuk berteduh..
Berlindung dari sinar yang hampa..
Setiap kali aku menemukan tempat yang sejuk..
Dibawah dedaunan yang rindang..
Kenapa kesejukkan itu hanya sesaat.??!!
Ketika musim gugur tiba..
Dedaun pergi tak perduli siapa yang sedang berteduh..
Aku seperti lelah untuk berkelana..
Setiap persinggahan..
Hanya memberi keakraban sesaat..
Pada akhirnya sinar hampa itu tetap menghampiriku..
Aku harus tetap berjalan seiring detik waktu..
Di bawah terik kesepian..






Aji Yulianto

Ketika dedaun gugur dari pohon..
Dedaun pergi tersapu angin..
Pohon sedih telah kehilangan..
Kehilangan sesuatu yang pernah tumbuh bersama..
Sesuatu yang pernah merekah pada satu akar..
Sesuatu yang mampu memberi keteduhan..

Baiknya pohon tak perlu sedih..
Kerena dedaun masih bisa tumbuh kembali di dalamnya..
Karena pohon masih memiliki akar..
Akar yang akan selalu mendukung..
Akar yang selalu menguatkan agar tetap kokoh berdiri..
Melengkapi dan menyempurnakan kehidupan sebuah pohon..

Baiknya pohon tak perlu sedih..
Masih ada akar yang selalu setia..
Memberi nafas baru pada setiap batang pohon..
Sampai tercipta kembali dedaun yang segar..
Mengganti dedaun yang telah kering dan gugur..
Akar tetap setia..


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dedaun yang gugur hanyalah sebuah proses..

Proses penyempurnaan kehidupan sebuah pohon..



Aji Yulianto
Duhai burung..
Aku sedang tersesat..
Dia yang kuingat..
Aku rindu..
Tak tahu cara tuk sampaikan..

Duhai burung..
Aku hanya bisa diam..
Bersembunyi dan memendam..
Aku pun butuh sayap..
Tak tahu cara tuk sampaikan..

Duhai burung..
Bantulah aku..
Terbanglah ke pundaknya..
Bisikkan salam rindu ini..
Kepadanya..
(ln)


~ aji_y22 ~



#30HariMenulisPuisi oleh perempuansore .